Tuntutan Hukuman Seumur Hidup wakil presiden FIFA

Penangkapan Jeffrey Webb, tergolong hal yang mengejutkan bagi dunia persepakbolaan internasional.

 

Sebagaimana yang telah banyak diketahui bahwa pada tanggal 27 Mei 2015 telah dilakukan penangkapan terhadap para pejabat FIFA dengan tuduhan terlibat korupsi yang telah dilakukan selama 20 tahun terakhir ini di Hotel Baur au Lac, Swiss. Mereka semua dituduh terlibat dalam korupsi senilai £65 juta. Salah satu nama yang terlibat dalam penangkapan ini adalah Jeffrey Webb, yang pada saat itu menjabat sebagai presiden CONCACAF dan wakil presiden FIFA. Masyarakat pecinta bola banyak yang terkejut atas masuknya nama yang tersebut di atas. poker online

jeff

Penangkapan ini dapat dikatakan ironis karena terjadi hanya dua hari sebelum digelar acara pemilihan presiden FIFA. Dari pihak FIFA sendiri menyatakan bahwa organisasi sepenuhnya bekerja sama dan mendukung pihak kepolisian atas kasus ini. Para pejabat yang tertangkap tersebut berjumlah 9 orang termasuk mantan wakil Presiden Jack Warner, Eugenio Figueredo, dan Eduardo Li. Selain itu pada daftar tersangka juga terdapat Costas Takkas, dengan jabatan atase presiden CONCACAF, Julio Rocham, FIFA Development Officer, serta Rafael Esquivel, Presiden Federasi Sepakbola Venezuela.

Selain daftar tersebut terdapat pula Jose Maria Marin yang menjabat sebagai anggota komite organisasi FIFA serta mantan Presiden Conmebol, Nicholas Leoz. Sementara 4 nama lainnya adalah sports marketing executives yaitu Alejandro Burzaco dari Argentine business Torneos y Competencias SA, Hugo dan Mariano Jinkis dari Full Play Group SA, serta Aaron Davidson dari Traffic Sports USA. judi bola sbobet

Pihak organisasi FIFA sendiri telah memulai proses peradilan kepada wakil presiden FIFA tersebut dengan ancaman larangan beraktivitas pada dunia sepakbola selama seumur hidup. Yang bersangkutan sendiri telah mengakuli kesalahannya pada bulan November lalu di Amerika Serikat. Dakwaan yang dituduhkan kepada mantan presiden CONCACAF ini adalah sebuah konspirasi pemerasan, 3 dakwaan konspirasi pencucian uang, serta 3 dakwaan konspirasi penipuan. Kasus ini telah menjadi wewenang penyelidikan FBI sejak bulan Mei tahun lalu berhubungan dengan kasus korupsi pada organisasi sepak bola internasional tersebut.

Pada proses pengadilan, jaksa penuntut umum mengajukan dakwaan bahwa para tersangka menerima suap untuk memastikan bahwa Afrika Selatan yang ditunjuk sebagai tuan rumah pada piala dunia di tahun 2010. Selain itu tuntutan yang lain dari jaksa berkaitan dengan lelang penyelenggaraan piala dunia 2018 di Rusia dan piala dunia 2022 di Qatar. Berkenaan dengan hal itu FIFA menyatakan tak akan melakukan pemilihan ulang dan piala dunia tetap akan digelar di kedua negara tersebut.

Penjelasan detail tentang kasus tersebut didapatkan dari Jaksa Agung Loretta Lynch yang menyatakan bahwa para pejabat teras FIFA ini telah mengumpulkan suap dengan memanfaatkan posisi mereka. Kasus dugaan suap tersebut juga termasuk memberikan hak media serta pemasarannya untuk kompetisi sepakbola serta memperoleh suap yang berkaitan dengan lokasi piala dunia di tahun 2010 dan 2016, pemerasan, pencucian uang, serta kegiatan melanggar hukum terorganisir. prediksi bola

Selain penyelidikan oleh badan yang berwenang, komite Etika FIFA telah melakukan investigasi secara mandiri terhadap tindakan pelanggaran etika oleh Jeffrey Webb dan yang lainnya serta menyerahkan hasil laporannya pada tanggal 26 April. Pihak organisasi telah merekomendasikan larangan terlibat dengan semua aktivitas yang berkaitan dengan sepak bola. Inilah Pernyataan resmi FIFA yang berkaitan dengan kasus ini:

Pada tanggal 26 April 2016 laporan akhir telah dikirimkan ke ruang peradilan dengan rekomendasi konsekuensi berupa pelarangan dari seluruh kegiatan yang berkaitan dengan persepakbolaan selama seumur hidup karena telah melanggar beberapa pasal dari kode Etik FIFA, yaitu pasal 13, 15, 18, 19, dan 21.

Jeffrey Webb serta pengacaranya menolak untuk memberikan keterangan usai menjalani sidang perdana di pengadilan New York. Sebelum mengakui pelanggaran yang dilakukan, sebelumnya Webb menolak untuk dijadikan tersangka karena merasa tak melakukan kesalahan. Setelah membayar jaminan senilai 10 juta US Dollar atau setara dengan 133 milyar rupiah, Webb bisa meninggalkan tahanan karena statusnya beralih menjadi tahanan rumah.

 

Dampak dari penangkapan pejabat teras FIFA

Pasca terjadinya penangkapan para petinggi FIFA dengan tuduhan suap dan korupsi oleh keposian Swiss tersebut popularitas Presiden FIFA sendiri yaitu Sepp Blatter langsung anjlok dengan drastis di mata para para suporter sepak bola dunia. Untuk periode kelima pemilihan presiden FIFA, Blatter dituntut untuk lengser. Walaupun tak turut ditangkap, tetapi imagenya langsung merosot tajam akibat skandal tersebut.

Rata-rata empat dari lima suporter menyatakan bahwa Blatter harus mundur, hal ini sesuai data yang diperoleh dari lembaga anti korupsi Transparency International. Pada pemilihan presiden ini Blatter akan bersaing dengan Prince Ali bin al-Hussein untuk memperebutkan dukungan dari 209 suara anggota FIFA. Lembaga survey tersebut menyatakan bahwa 35 ribu suporter dari 30 negara yang mengikuti polling tersebut yang dilakukan bersama Football Addicts, Swedia yaitu perusahaan pengembang aplikasi Forza Football. bandar togel sgp

Polling tersebut dilakukan untuk menjajaki dampak dari korupsi oleh Jeffrey Webb dan pejabat lainnya kepada supporter yang pada dasarnya tak mempunyai kekuatan terhadap pemilihan petinggi organisasi.

Salah satu pertanyaan dalam polling tersebut adalah, apakah Sepp Blatter layak untuk kembali berpartisipasi dalam pemilihan Presiden FIFA? Dan lebih dari 80% responden menyatakan tidak setuju. Penentang paling besar adalah suporter dari Cile, yaitu 99% menyatakan bahwa pria asal Swiss ini tak layak dipilih kembali. Sementara itu Portugal berada di ranking dua dengan hasil 97% menolak Blatter. Di negara asalnya sendiri, yaitu Swiss, 84% suporter juga menyatakan bahwa ia tak layak kembali mencalonkan diri. Kepercayaan suporter kepada organisasi ini merosot tajam karena skandal korupsi ini telah merusak reputasi lembaga.

Pada kalangan para anggota FIFA sendiri kasus ini telah menimbulkan polemik dan ditanggapi dengan beragam. Para pejabat Federasi Sepak Bola Rusia justru menyatakan bahwa Blatter tetap berada pada posisi terkuat pemenang pemilihan. Sementara perang dukungan yang semakin panas juga terjadi dengan pernyataan Greg Dyke yang menjabat sebagai Presiden Asosiasi Sepak Bola Inggris yang mendukung lawan Blatter, yaitu Prince Ali. Selain itu Presiden Asosiasi Sepak Bola Irlandia, John Delaney juga menyatakan tak akan memberikan suara untuk Blatter. judi domino qiu qiu

UEFA yang berada di bawah kepemimpinan Michel Platini, mantan bintang sepak bola Prancis juga memberikan suaranya untuk Prince Ali karena menginginkan adanya perubahan pada tubuh organisasi sepak bola internasional ini yang telah dipimpin Blatter sejak 1998. FIFA selama ini dinilai mengalami krisis di bawah Blatter. Sebaliknya, AFC atau Konfederasi Sepak Bola Asia sebagai pendukung Blatter justru menginginkan pria asal Swiss ini tetap memimpin.

Walaupun terjadi penangkapan para petinggi FIFA, termasuk Jeffrey Webb, tetapi AFC akan tetap mendukung Blatter. Pada kenyataannya berdasarkan Kongres Luar Biasa yang diselenggarakan sesuai jadwal, Presiden FIFA yang terpilih adalah Gianni Infantino setelah mengalahkan 3 kandidat lainnya.