Ravaneli: Chelsea Membutuhkan Pelatih Yang Teliti Seperti Conte

Bintang Liga Primer tahun 90an mendukung mantan rekan setimnya di Juventus agar sukses melatih di Stamford Bridge, tetapi ia juga mengatakan bahwa saingan cukup berat melawan pelatih seperti Pep Guardiola.

Fabia Racanelli yang merupakan rekan setim Antonio Conte di Juventus dulu mengatakan bahwa Chelsea membutuhkan seorang pelatih tegas dan teliti seperti Antonio Conte dan ia juga yakin bahwa Conte akan sukses di Inggris. prediksi bola

conte

Conte akan pergi meninggalkan tim nasional Italia dan mengambil alih di Stamford Bridge ketika Euro 2016 berakhir, dengan harapan dapat membangkitkan tim kembali setelah musim yang hancur. judi bola

Ravanelli merupakan rekan satu tim dengan bos Azzurri di Juventus pada saat masa kejayaannya di tahun 90an, memenangkan Liga Champions, Piala UEFA, Scudetto dan Piala Intercontinental bersama-sama, dan mantan striker Juventus tersebut merasa yakin bahwa Conte adalah pelatih yang tepat untuk Chelsea.

“Ketika seorang pelatih hebat memulai petualangan baru, itu tidak relevan apakah di Italia ataupun di Inggris,” ungkap Ravanelli kepada wartawan. “Ini merupakan hal normal jika seorang pelatih menuntut kedisiplinan dan saya merasa bahwa Chelsea sangat membutuhkan kedisiplinan. Kita telah melihat apa yang telah dilakukan saat berada di Juventus, ia memenangkan tiga gelar Serie A berturut-turut. Dia merubah ulang Juventus yang telah kekurangan selama bertahun-tahun. poker online

“Pada musim pertamanya melatih, ia juga memenangkan liga melawan AC Milan, yang masih memiliki Zlatan Ibrahimovic dan Thiago Silva.

“Namun, hal ini akan menjadi sangat berat dimana klub besar lainnya juga memiliki pelatih hebat dan ternama, Arsenal dengan Arsene Wenger, Manchester City dengan Pep Guardiola dan mungkin Manchester United dengan Jose Mourinho.”

Ravanelli juga mengomentari kondisi manejemen di mantan klubnya Marseille, dimana ia bermain dari tahun 1998 hingga 2000. Tim Prancis tersebut baru-baru ini tekah memecat pelatih mereka, Michel, setelah musim yang begitu buruk dimana mereka berada di urutan bawah Ligue 1 untuk waktu yang cukup lama.

“Yah, Marseille adalah tempat yang sangat sulit untuk melatih,” kata Ravanelli. “Michel telah melakukan pekerjaan yang baik, saya tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi disana. Meskipun kesulitan yang mungkin dihadapi oleh pelatih, Marseille masih merupakan klub yang bagus untuk para pelatih, terutama ketika anda mempertimbangkannya dengan tiket Stadion yang selalu terjual habis.”

Ravanelli melatih di Ligue pada musim 2013-14 ketika ia diangkat sebagai bos Ajaccio. Namun, masa melatihnya disana hanya berlangsung selama lima bulan dan pelatih berusia 47 tahun tersebut menjelaskan kenapa. togel sgp

“Target kami di Ajaccio adalah agar terlepas dari zona degradasi, mengingat kami memiliki anggaran terendah di Ligue 1. Selain itu, pemain penting kami juga banyak yang absen,” katanya.

“Presiden merasa frustasi tentang fakta bahwa banyak pemain penting kami yang mengalami cedera dan ia ingin memecat pelatih fisik. Saya merasa hal tersebut tidak wajar dimana ia dipecat sedangkan saya tetap berada di tim, karena yang membawanya masuk ke tim. Oleh karena itu, kami pergi bersama-sama.

“Meskipun begitu, kami berhasil mencapai beberapa hasil yang penting, seperti hasil imbang di Paris, menang melawan Lyon, dan juga imbang melawan Nice, Sochaux dan Montpellier.”

Akhirnya, Ravanelli bercerita singkat tentang waktunya di Liga Primer dengan Middlesbrough dan Derby County. Mantan striker tersebut bergabung di Liga Inggris pada tahun 1996, dan membuat debutnya dengan luar biasa mencetak hat-trick melawan Liverpool, tetapi ia akhirnya meninggalkan klub.

Ia kemudian kembali ke Inggris dengan Derby, tetapi sama seperti waktunya berada di Teeside, ia tidak bisa mencegah klub dari terdegradasi.

“Saya memiliki kenangan baik di Middlesbrough,” kata Ravanelli sambil mengenang. “Klub meningkat drastis sejak kedatangan saya, bahkan ketika kurangnya fasilitas pelatihan yang memadai saat itu. Sekarang mereka adalah klub yang sangat profesional dan melakukan sesuatu yang besar di kejuaraan!

“Disisi lain, Derby County juga memiliki beberapa masalah keuangan ketika saya berada disana tetapi mereka berusaha dengan keras untuk kembali ke Liga Primer.”