Prediksi Bola: Skuad Tm Spanyol yang Tidak Sempurna

Berdasarkan prediksi bola yang telah dirangkum, Spanyol tidak mentargetkan timnya untuk menjadi juara kembali sekaligus mempertahankan gelar.

Pagelaran pesta sepak bola terbesar untuk benua Eropa yang hanya terjadi empat tahun sekali akan segera dimulai bulan juni mendatang dan berbagai negara telah menyiapkan skuad terbaiknya untuk menghadapi peperangan dengan tim lain. Namun prediksi bola telah merangkum jika La Furia Roja tidak lagi mentargetkan untuk kembali menjadi juara Euro 2016 sekaligus mempertahankan gelarnya karena skuad tim Spanyol tidak lengkap.

spanyol

Prediksi Bola: Keputusan Aneh Vicente Del Bosque

Sebagai juara bertahan dari Euro sebelumnya, Spanyol saat ini sedang berada di ujung tanduk. Prediksi bola memperkirakan jika La Furia Roja tidak akan mampu bertahan lama pada pagelaran liga Eropa bulan depan. Ternyata pernyataan ini diperkuat dengan adanya statement dari pelatih Spanyol sendiri yaitu Vicente Del Bosque. Menurutnya Spanyol tidak akan memberikan target tinggi untuk Euro 2016 di Perancis bulan depan karena skuadnya yang tidak lengkap dan banyak pemain hebat yang sedang dilanda cedera sekaligus banyak pula pemain baru yang belum memiliki pengalaman bertanding di kancah Eropa atau negara-negara. Oleh sebab itu, status juara bertahan belum tentu akan kembali diraih meskipun Del Bosque tetap yakin jika timnya mampu memberikan hasil yang terbaik meskipun diisi oleh pemain-pemain baru yang muda dan belum punya pengalaman. Sebenarnya ketika pagelaran Euro di tahun 2012 silam, Spanyol sendiri bukanlah favorit juara mengingat hasil pertandingan beberapa laga yang tidak terlalu baik bahkan pernah dikalahkan oleh tim Swiss. Hanya saja Spanyol mampu mengabaikan semua pandangan negatif terhadap mereka dan mampu mengangkat trofi liga sekali lagi.

Bukan berarti di tahun ini mereka tidak akan kembali menjadi juara lagi meskipun pemain yang menghuni timnya tergolong baru. Dalam prediksi bola, Spanyol masih dianggap sebagai tim kuat spesialis turnamen dunia mulai dari Euro bahkan juga Piala Dunia sehingga mereka masih sangat ditakuti oleh berbagai tim lainnya. Jika dilihat dari perbandingan ketika Spanyol tampil di piala dunia dua tahun silam, skuad yang dimainkan memang sangat jauh berbeda dibandingkan dengan yang dipilih sekarang. Berbeda dari tim piala dunia di Brazil 2014 silam, kini Spanyol dihuni oleh banyak pemain baru dengan nama-nama asing yang belum terlalu familiar di publik seperti Mikel San, Lucas Vasquez, Saul Niguez dan penyerang vetran bernama Aritz Aduriz. Entah apa yang dipikirkan oleh Del Bosque sehingga memasukkan nama-nama baru untuk pertandingan penting sekelas Euro. Publik beranggapan jika memilih pemain yang telah berpengalaman, maka mereka akan dengan mudah kembali membuka peluang untuk menjadi juara liga Eropa. Bahkan terdapat sekitar 11 hingga 12 pemain yang belum pernah bermain di piala dunia Brazil 2014. Namun pelatih nyentrik itu beranggapan jika para pemain itu telah memberikan sebuah perubahan besar sekaligus pembaharuan pada tim sehingga mereka bisa cepat beradaptasi untuk menghadapi pertempuran besar bulan depan.

Karena alasan tersebut, maka Del Bosque tidak memiliki banyak kewajiban atau ambisi besar untuk bisa menjadi juara kembali di Euro 2016. Akan tetapi jika kesemapatan itu terbuka lebar untuk mereka, maka La Roja juga akan mengambilnya kembali. Padalah prediksi bola mengatakan jika banyak sekali tim besar yang sudah mulai bangkit dan sering memenangkan laga pra uji coba atau persahabatan menjelang Euro seperti Inggris dan tuan rumah Perancis. Meskipun tidak memiliki target untuk kembali menjuarai liga, akan lebih baik jika mereka masih mempertahankan wajah juara bertahan yang ditakuti oleh dunia. Mantan pelatih Los Galaticos Real Madrid ini juga menambahkan apabila Spanyol tidak memiliki ambisi dan hanya mimpi jika timnya mampu kembali mewujudkan harapan publik Spanyol untuk menjadi juara. Dirinya sedniri beranggapan jika timnya mungkin tidak sempurna namun sebagai pelatih ia telah memilih pemain yang terbaik setelah melakukan observasi panjang. Setelah mengumumkan skuad sementaranya itu, ia kerap mendapatkan kritik tajam dari berbagai pihak yang menilai pemilihan pemainnya tidak rasional menjelang kick off laga pertama yang kurang dari satu bulan. Bahkan nama-nama unggulan dicoretnya seperti Hector Bellerin, Juan Mata, bahkan pahlawan Euro beberapa tahun lalu Fernando Torres pun tidak ada di dalamnya.

Berkali-kali pula pelatih Spanyol itu menyebutkan jika timnya diisi oleh pemain terbaik yang telah menunjukkan performa terbaik di tim masing-masing selama musim ini digelar. Del Bosque menjelaskan bukan berarti pemain yang tidak dimasukkan dalam skuad adalah pemain yang buruk dalam menjalankan musimnya atau karena dirinya pilih kasih namun mereka harus ditinggalkan. Memberi kesempatan pemain baru yang bertalenta mungkin menjadi alasan utama Del Bosque sehingga terjadi sebuah regenerasi dari tim dan semau pemain memiliki kesemapatan yang sama untuk mencicipi laga yang lebih berat dari sekedar liga domestik lokal. Sebenarnya dari prediksi judi bola yang terlihat, meskipun skuad Spanyol tidak sempurna, namun peluang untuk lolos dari babak kualifikasi sangat besar karena Spanyol tergabung dalam Grup D yang diisi
beberapa tim yaitu Turki, Republik Ceko dan Kroasia. Mungkin Kroasia adalah musuh terbesar yang harus diwaspadai oleh Spanyol karena hanya dua tim dari setiap grup yang akan masuk ke babak selanjutnya.

Prediksi Bola: Torres Tidak Kecewa Meskipun Dicoret Dari Timnas

Dari keseluruhan skuad tim sementara yang telah diatur oleh pelatih Vicente Del Bosque, terdapat satu pemain yang bahkan tidak diperhitungkan sama sekali untuk dimasukkan dalam skuad terbaik Spanyol padahal dirinya menjadi pahlawan pada pagelaran Euro yang lalu yaitu Fernando Torres. Penyerang yang memperkuat Atletico Madrid ini mengaku sebenarnya tidak kecewa walau tidak dipanggil oleh pelatih untuk memperkuat timnas Spanyol di ajang Euro bulan depan. Meski tidak mampu berlaga di ajang bergengsi empat tahunan itu, namun Torres tetap memiliki harapan besar jika negaranya akan mampu berprestasi kembali di Euro. Beberapa hari yang lalu, pihak Federasi Spanyol telah mengumumkan 27 nama pemain yang masuk sebagai tim bayangan dari La Furia Roja dan betapa mengejutkannya berita tersebut karena nama pemain yang sangat berpengalaman dan hebat seperti Juan Mata, Diego Costa, dan Torres tidak dipanggil oleh pelatih padahal prediksi sbobet mungkin akan menilai jika pemain unggulan akan tetap masuk ke dalam tim meskipun perjalanan rekor mereka sedikit naik turun.

Seperti yang dilansir oleh AS, Torres berpendapat jika dirinya tidak begitu kaget lagi jika namanya kini tidak diperhitungkan lagi oleh pelatih dan dipanggil untuk memperkuat timnas. Torres melanjutkan jika ia pernah mengalami beberapa tahun tanpa dipanggil oleh timnas sehingga ini tidak lagi mengejutkan untuknya namun ia tetap selalu berharap jika negaranya mampu memberikan yang terbaik. Ketika daftar tersebut dikeluarkan, tidak ada pihak yang meneleponnya dan ia tetap berpikir posistif jika absennya di timnas tidak akan memberikan pengaruh pada karirnya di sepak bola dan mengatakan jika regenerasi memang bagian dari sepak bola. Dia hanya berpikir sebagai warga Spanyol, maka Torres ingin melihat Spanyol menjadi pemenang.

Apakah prediksi judi online akan menyebutkan jika absennya Torres berpengaruh pada performa Spanyol? Anda bisa tunggu dan saksikan penampilannya di laga Euro mendatang.

Tuntutan Hukuman Seumur Hidup wakil presiden FIFA

Penangkapan Jeffrey Webb, tergolong hal yang mengejutkan bagi dunia persepakbolaan internasional.

 

Sebagaimana yang telah banyak diketahui bahwa pada tanggal 27 Mei 2015 telah dilakukan penangkapan terhadap para pejabat FIFA dengan tuduhan terlibat korupsi yang telah dilakukan selama 20 tahun terakhir ini di Hotel Baur au Lac, Swiss. Mereka semua dituduh terlibat dalam korupsi senilai £65 juta. Salah satu nama yang terlibat dalam penangkapan ini adalah Jeffrey Webb, yang pada saat itu menjabat sebagai presiden CONCACAF dan wakil presiden FIFA. Masyarakat pecinta bola banyak yang terkejut atas masuknya nama yang tersebut di atas. poker online

jeff

Penangkapan ini dapat dikatakan ironis karena terjadi hanya dua hari sebelum digelar acara pemilihan presiden FIFA. Dari pihak FIFA sendiri menyatakan bahwa organisasi sepenuhnya bekerja sama dan mendukung pihak kepolisian atas kasus ini. Para pejabat yang tertangkap tersebut berjumlah 9 orang termasuk mantan wakil Presiden Jack Warner, Eugenio Figueredo, dan Eduardo Li. Selain itu pada daftar tersangka juga terdapat Costas Takkas, dengan jabatan atase presiden CONCACAF, Julio Rocham, FIFA Development Officer, serta Rafael Esquivel, Presiden Federasi Sepakbola Venezuela.

Selain daftar tersebut terdapat pula Jose Maria Marin yang menjabat sebagai anggota komite organisasi FIFA serta mantan Presiden Conmebol, Nicholas Leoz. Sementara 4 nama lainnya adalah sports marketing executives yaitu Alejandro Burzaco dari Argentine business Torneos y Competencias SA, Hugo dan Mariano Jinkis dari Full Play Group SA, serta Aaron Davidson dari Traffic Sports USA. judi bola sbobet

Pihak organisasi FIFA sendiri telah memulai proses peradilan kepada wakil presiden FIFA tersebut dengan ancaman larangan beraktivitas pada dunia sepakbola selama seumur hidup. Yang bersangkutan sendiri telah mengakuli kesalahannya pada bulan November lalu di Amerika Serikat. Dakwaan yang dituduhkan kepada mantan presiden CONCACAF ini adalah sebuah konspirasi pemerasan, 3 dakwaan konspirasi pencucian uang, serta 3 dakwaan konspirasi penipuan. Kasus ini telah menjadi wewenang penyelidikan FBI sejak bulan Mei tahun lalu berhubungan dengan kasus korupsi pada organisasi sepak bola internasional tersebut.

Pada proses pengadilan, jaksa penuntut umum mengajukan dakwaan bahwa para tersangka menerima suap untuk memastikan bahwa Afrika Selatan yang ditunjuk sebagai tuan rumah pada piala dunia di tahun 2010. Selain itu tuntutan yang lain dari jaksa berkaitan dengan lelang penyelenggaraan piala dunia 2018 di Rusia dan piala dunia 2022 di Qatar. Berkenaan dengan hal itu FIFA menyatakan tak akan melakukan pemilihan ulang dan piala dunia tetap akan digelar di kedua negara tersebut.

Penjelasan detail tentang kasus tersebut didapatkan dari Jaksa Agung Loretta Lynch yang menyatakan bahwa para pejabat teras FIFA ini telah mengumpulkan suap dengan memanfaatkan posisi mereka. Kasus dugaan suap tersebut juga termasuk memberikan hak media serta pemasarannya untuk kompetisi sepakbola serta memperoleh suap yang berkaitan dengan lokasi piala dunia di tahun 2010 dan 2016, pemerasan, pencucian uang, serta kegiatan melanggar hukum terorganisir. prediksi bola

Selain penyelidikan oleh badan yang berwenang, komite Etika FIFA telah melakukan investigasi secara mandiri terhadap tindakan pelanggaran etika oleh Jeffrey Webb dan yang lainnya serta menyerahkan hasil laporannya pada tanggal 26 April. Pihak organisasi telah merekomendasikan larangan terlibat dengan semua aktivitas yang berkaitan dengan sepak bola. Inilah Pernyataan resmi FIFA yang berkaitan dengan kasus ini:

Pada tanggal 26 April 2016 laporan akhir telah dikirimkan ke ruang peradilan dengan rekomendasi konsekuensi berupa pelarangan dari seluruh kegiatan yang berkaitan dengan persepakbolaan selama seumur hidup karena telah melanggar beberapa pasal dari kode Etik FIFA, yaitu pasal 13, 15, 18, 19, dan 21.

Jeffrey Webb serta pengacaranya menolak untuk memberikan keterangan usai menjalani sidang perdana di pengadilan New York. Sebelum mengakui pelanggaran yang dilakukan, sebelumnya Webb menolak untuk dijadikan tersangka karena merasa tak melakukan kesalahan. Setelah membayar jaminan senilai 10 juta US Dollar atau setara dengan 133 milyar rupiah, Webb bisa meninggalkan tahanan karena statusnya beralih menjadi tahanan rumah.

 

Dampak dari penangkapan pejabat teras FIFA

Pasca terjadinya penangkapan para petinggi FIFA dengan tuduhan suap dan korupsi oleh keposian Swiss tersebut popularitas Presiden FIFA sendiri yaitu Sepp Blatter langsung anjlok dengan drastis di mata para para suporter sepak bola dunia. Untuk periode kelima pemilihan presiden FIFA, Blatter dituntut untuk lengser. Walaupun tak turut ditangkap, tetapi imagenya langsung merosot tajam akibat skandal tersebut.

Rata-rata empat dari lima suporter menyatakan bahwa Blatter harus mundur, hal ini sesuai data yang diperoleh dari lembaga anti korupsi Transparency International. Pada pemilihan presiden ini Blatter akan bersaing dengan Prince Ali bin al-Hussein untuk memperebutkan dukungan dari 209 suara anggota FIFA. Lembaga survey tersebut menyatakan bahwa 35 ribu suporter dari 30 negara yang mengikuti polling tersebut yang dilakukan bersama Football Addicts, Swedia yaitu perusahaan pengembang aplikasi Forza Football. bandar togel sgp

Polling tersebut dilakukan untuk menjajaki dampak dari korupsi oleh Jeffrey Webb dan pejabat lainnya kepada supporter yang pada dasarnya tak mempunyai kekuatan terhadap pemilihan petinggi organisasi.

Salah satu pertanyaan dalam polling tersebut adalah, apakah Sepp Blatter layak untuk kembali berpartisipasi dalam pemilihan Presiden FIFA? Dan lebih dari 80% responden menyatakan tidak setuju. Penentang paling besar adalah suporter dari Cile, yaitu 99% menyatakan bahwa pria asal Swiss ini tak layak dipilih kembali. Sementara itu Portugal berada di ranking dua dengan hasil 97% menolak Blatter. Di negara asalnya sendiri, yaitu Swiss, 84% suporter juga menyatakan bahwa ia tak layak kembali mencalonkan diri. Kepercayaan suporter kepada organisasi ini merosot tajam karena skandal korupsi ini telah merusak reputasi lembaga.

Pada kalangan para anggota FIFA sendiri kasus ini telah menimbulkan polemik dan ditanggapi dengan beragam. Para pejabat Federasi Sepak Bola Rusia justru menyatakan bahwa Blatter tetap berada pada posisi terkuat pemenang pemilihan. Sementara perang dukungan yang semakin panas juga terjadi dengan pernyataan Greg Dyke yang menjabat sebagai Presiden Asosiasi Sepak Bola Inggris yang mendukung lawan Blatter, yaitu Prince Ali. Selain itu Presiden Asosiasi Sepak Bola Irlandia, John Delaney juga menyatakan tak akan memberikan suara untuk Blatter. judi domino qiu qiu

UEFA yang berada di bawah kepemimpinan Michel Platini, mantan bintang sepak bola Prancis juga memberikan suaranya untuk Prince Ali karena menginginkan adanya perubahan pada tubuh organisasi sepak bola internasional ini yang telah dipimpin Blatter sejak 1998. FIFA selama ini dinilai mengalami krisis di bawah Blatter. Sebaliknya, AFC atau Konfederasi Sepak Bola Asia sebagai pendukung Blatter justru menginginkan pria asal Swiss ini tetap memimpin.

Walaupun terjadi penangkapan para petinggi FIFA, termasuk Jeffrey Webb, tetapi AFC akan tetap mendukung Blatter. Pada kenyataannya berdasarkan Kongres Luar Biasa yang diselenggarakan sesuai jadwal, Presiden FIFA yang terpilih adalah Gianni Infantino setelah mengalahkan 3 kandidat lainnya.

Ravaneli: Chelsea Membutuhkan Pelatih Yang Teliti Seperti Conte

Bintang Liga Primer tahun 90an mendukung mantan rekan setimnya di Juventus agar sukses melatih di Stamford Bridge, tetapi ia juga mengatakan bahwa saingan cukup berat melawan pelatih seperti Pep Guardiola.

Fabia Racanelli yang merupakan rekan setim Antonio Conte di Juventus dulu mengatakan bahwa Chelsea membutuhkan seorang pelatih tegas dan teliti seperti Antonio Conte dan ia juga yakin bahwa Conte akan sukses di Inggris. prediksi bola

conte

Conte akan pergi meninggalkan tim nasional Italia dan mengambil alih di Stamford Bridge ketika Euro 2016 berakhir, dengan harapan dapat membangkitkan tim kembali setelah musim yang hancur. judi bola

Ravanelli merupakan rekan satu tim dengan bos Azzurri di Juventus pada saat masa kejayaannya di tahun 90an, memenangkan Liga Champions, Piala UEFA, Scudetto dan Piala Intercontinental bersama-sama, dan mantan striker Juventus tersebut merasa yakin bahwa Conte adalah pelatih yang tepat untuk Chelsea.

“Ketika seorang pelatih hebat memulai petualangan baru, itu tidak relevan apakah di Italia ataupun di Inggris,” ungkap Ravanelli kepada wartawan. “Ini merupakan hal normal jika seorang pelatih menuntut kedisiplinan dan saya merasa bahwa Chelsea sangat membutuhkan kedisiplinan. Kita telah melihat apa yang telah dilakukan saat berada di Juventus, ia memenangkan tiga gelar Serie A berturut-turut. Dia merubah ulang Juventus yang telah kekurangan selama bertahun-tahun. poker online

“Pada musim pertamanya melatih, ia juga memenangkan liga melawan AC Milan, yang masih memiliki Zlatan Ibrahimovic dan Thiago Silva.

“Namun, hal ini akan menjadi sangat berat dimana klub besar lainnya juga memiliki pelatih hebat dan ternama, Arsenal dengan Arsene Wenger, Manchester City dengan Pep Guardiola dan mungkin Manchester United dengan Jose Mourinho.”

Ravanelli juga mengomentari kondisi manejemen di mantan klubnya Marseille, dimana ia bermain dari tahun 1998 hingga 2000. Tim Prancis tersebut baru-baru ini tekah memecat pelatih mereka, Michel, setelah musim yang begitu buruk dimana mereka berada di urutan bawah Ligue 1 untuk waktu yang cukup lama.

“Yah, Marseille adalah tempat yang sangat sulit untuk melatih,” kata Ravanelli. “Michel telah melakukan pekerjaan yang baik, saya tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi disana. Meskipun kesulitan yang mungkin dihadapi oleh pelatih, Marseille masih merupakan klub yang bagus untuk para pelatih, terutama ketika anda mempertimbangkannya dengan tiket Stadion yang selalu terjual habis.”

Ravanelli melatih di Ligue pada musim 2013-14 ketika ia diangkat sebagai bos Ajaccio. Namun, masa melatihnya disana hanya berlangsung selama lima bulan dan pelatih berusia 47 tahun tersebut menjelaskan kenapa. togel sgp

“Target kami di Ajaccio adalah agar terlepas dari zona degradasi, mengingat kami memiliki anggaran terendah di Ligue 1. Selain itu, pemain penting kami juga banyak yang absen,” katanya.

“Presiden merasa frustasi tentang fakta bahwa banyak pemain penting kami yang mengalami cedera dan ia ingin memecat pelatih fisik. Saya merasa hal tersebut tidak wajar dimana ia dipecat sedangkan saya tetap berada di tim, karena yang membawanya masuk ke tim. Oleh karena itu, kami pergi bersama-sama.

“Meskipun begitu, kami berhasil mencapai beberapa hasil yang penting, seperti hasil imbang di Paris, menang melawan Lyon, dan juga imbang melawan Nice, Sochaux dan Montpellier.”

Akhirnya, Ravanelli bercerita singkat tentang waktunya di Liga Primer dengan Middlesbrough dan Derby County. Mantan striker tersebut bergabung di Liga Inggris pada tahun 1996, dan membuat debutnya dengan luar biasa mencetak hat-trick melawan Liverpool, tetapi ia akhirnya meninggalkan klub.

Ia kemudian kembali ke Inggris dengan Derby, tetapi sama seperti waktunya berada di Teeside, ia tidak bisa mencegah klub dari terdegradasi.

“Saya memiliki kenangan baik di Middlesbrough,” kata Ravanelli sambil mengenang. “Klub meningkat drastis sejak kedatangan saya, bahkan ketika kurangnya fasilitas pelatihan yang memadai saat itu. Sekarang mereka adalah klub yang sangat profesional dan melakukan sesuatu yang besar di kejuaraan!

“Disisi lain, Derby County juga memiliki beberapa masalah keuangan ketika saya berada disana tetapi mereka berusaha dengan keras untuk kembali ke Liga Primer.”